belajar adobe indesign, belajar layout, cetak majalah online, percetakan buku online, pesan kalender online, percetakan kalender surabaya, cetak brosur surabaya, desain brosur surabaya, jasa layout surabaya, jasa layout majalah, jasa layout buku

“Place” dalam InDesign Pembawa Berkah

belajar adobe indesign, belajar layout, cetak majalah online, percetakan buku online, pesan kalender online, percetakan kalender surabaya, cetak brosur surabaya, desain brosur surabaya, jasa layout surabaya, jasa layout majalah, jasa layout bukuHari-hari terakhir ini saya sedang disibukkan dengan beberapa pekerjaan besar (menurut saya). Kebetulan ada 2 jenis pekerjaan yang sama, yaitu pembuatan buku. Dua-duanya digunakan untuk materi pelajaran. Cuman, beda tingkat aja. Pertama materi untuk Pramuka dan yang kedua adalah buku yang membahas masalah keperawatan. Kedua penulis ini tentunya mempunyai kemampuan menulis yang mirip, dan perangkat menulis yang mereka gunakan sama, yaitu Microsoft Word. Terus apa anehnya?

Dalam dunia cetak, pengerjaan atau pekerjaan yang digunakan selain menggunakan software berbasis grafis akan menyulitkan bagian produksi. Dan ini berkali-kali saya temui sebelum ketemu solusi cerdas menggunakan PDF Output. Lalu apa hubungannya dengan tulisan prolog diatas?

Begini, MSWord atau apapun softwarenya, ketika dihadapkan dengan halaman banyak, akan memakan sumber daya komputer yang sangat banyak. Akibatnya komputer jadi lelet alias lemot, pekerjaan sambilan yang lainnya gak bisa kita kerjakan. Maka hadirlah software-software desktop publishing yang memang dirancang khusus bekerja dengan jumlah halaman yang banyak. Permasalahannya, menghubungkan antara Desktop Publishing Software dengan MSWord, gak selalu berjalan mulus. Apalagi kalo didalam MSWord ada banyak sekali rumus, gambar, tabel dan lain sebagainya. Celakanya kalau kita hanya mengandalkan “copy” dan “paste”, pasti barang-barang tadi tidak bisa ditampulkan sempurna di  Desktop Publishing Software. Alhasil, cara praktisnya dikonversi menjadi bitmap dengan jalan “print screen” atau diexport menjadi jpg atau sejenisnya. Itu pun kalo mau. Lha tabel dan bagan bagaimana? Tabel yang berbentuk image gak bisa menerus, alias nonliquid. Itu pasti. Artinya si tabel gak bisa memotong dirinya sendiri ketika isinya kepanjangan dan harus berganti halaman. Betapa repotnya. Saya mengatakan ini karena sudah pernah ngalami sendiri. Saat itu sedang mengerjakan buku tulisannya Bapak Abdul Azis, Dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya jurusan Keperawatan (mudah-mudahan gak keliru). Buku ini sarat dengan rumus-rumus yang banyak dan latihan soal yang menguras rumus matematika. Wuih…

Yang saya andalkan buka MSWord lalu “copy” dan “paste” di Adobe InDesign. Praktis kan?! Ternyata tidak! Gambar, tabel, gak ikut,

Sekali lagi, itu dulu.

Kelapapariwara 031.990.22.307

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s