Pipis

Pagi dini hari itu, menjelang shubuh, Pak Yai beserta rombongan wali wolu singgah di salah satu masjid kecil di kawasan Pekalongan. Perjalanan tersebut memang mengalami keterlambatan karena ada sesuatu hal. Harusnya, bis sudah masuk kawasan Cirebon. Tapi sudahlah, yang penting selamet. Tidak kurang suatu apapun. Sepanjang perjalanan Pak Yai wanti2, agar selalu menata hati saat berziarah ke makam, khususnya makam wali. Karena kalau salah niat sedikit saja, bisa masuk ke dalam ranah kesyirikan. Bis berhenti di pelataran masjid, seluruh rombongan turun.
Masjid ini didesain untuk menampung jamaah yang dalam perjalanan. Ini bisa dilihat dari banyaknya toilet yang disediakan dan ukuran parkir yang luas, bisa menampung beberapa bis sekaligus.
“Din, sini”
“Nggih pak Yai”
“Rombongan ini jumlahe piro?”
“55, pak Yai”
“Kalo gitu, siapkan duwit minimal Rp. 150rb.”
“Buat apa pak Yai?”
“Masukkan ke celengan masjid.”
“Kok banyak sekali?”
“Cobak, kamu lihat mereka. Hampir semuanya pipis, dan hampir semuanya mandi. Sebagian yang lain ngendog. Hanya sedikit yang ngisi celengan masjid”
“Tapi, nuwun sewu, apa gak kebanyakan pak Yai, 200rb itu?”
“Din, kamu pernah ke mol?”
“Pernah pak Yai.”
“Berapa sekali pipis?”
“Ya ada 1000 ada yg 2000, ada yg 3000, tergantung molnya.”
“Kalo ngendog?”
“antara 2000 – 3000an”
“Mandi?”
“Wah di mol gak ada yang mandi, pak Yai. Paling banter di toiletnya Satpam, kl mau numpang mandi.”
“Wis gini aja, anggap 3000. Cobak sekarang kalikan 55 orang”
“Iya… ternyata banyak ya. Cuman ini di luar bajet… terutama kalo mampirnya lebih dari 7x. Perjalanan seminggu…”
“Kita ini, kalo bisa, jangan jadi orang yang merugikan. Termasuk pada masjid ini. Beri manfaat, jangan merugikan. Jadi kalo dari awal yang gini2 ini gak diantisipasi, yo salahmu dewe.”
“Wah, gimana ya pak Yai…”
“Korbankan bathimu. Ngelola perjalanan kayak gini kan mesti ada untungnya. Tapi kalo kamu masih keberatan, saranku, sekarang kamu tampung pipis dan endognya orang2 itu. Nanti kamu yang mbawa pulang”
“Yeeekk…. mboten pak Yai. Mendingan rugi duwek mawon”

Sidoarjo, 30 April 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s